Jumat, 27 Desember 2013

Produk Indonesia yang Mendunia

Polygon

Sepeda asli merek Indonesia Polygon ternyata telah sampai atau dijual hingga penjuru dunia. Dibuat dan dirakit di Sidoarjo, Jawa Timur.


Sepeda buatan PT Insera Sena ini sudah diproduksi lebih dari 20 tahun dan diekspor setidaknya ke 30 negara di dunia. Sepeda lokal ini asli buatan Sidoarjo, Desa Wadungasih, Bunduran Jawa Timur yang sudah tersebar di beberapa benua. Untuk Benua Asia, sepeda tersebut telah diekspor ke Jepang, Korea, Singapura dan Malaysia. Untuk Eropa, sepeda Polygon telah dipakai penduduk Inggris, Jerman, Perancis, Spanyol, Australia, Swiss, Yunani, Denmark, Swedia, Finlandia, Norwegia, Rusia sampai Polandia. Selanjutnya di Benua Amerika antara lain AS, Kanada, Costa Rica dan Argentina. Sedangkan di Afrika, sepeda Polygon dikirim ke Mauritius dan Afrika Selatan. Sepeda kelahiran Sidoarjo juga dipasarkan di Australia, Selandia Baru dan Kepulauan Fiji.

Produksi sepeda pertahun mampu mencapai 550.000 sepeda oleh PT Insera Sena. Diekspor sebanyak 70% dan sisanya untuk pasa lokal. Sepeda yang diproduksipun mempunyai bermacam-macam model seperti Mountain Bike, Racing Bike, City Bike, BMX, Junior & Kids Bike dan special bike telah lahir dari tangan 580 karyawan di Sidoarjo. Komponen yang dipakai untuk merakit sepeda tersebut 50-60% adalah bahan lokal, khususnya untuk bagian rangka. Harga jualnya juga mencakup berbagai range, mulai dari Rp 1 juta-60 juta. Ekspansi dengan menambah satu pabrik lagi untuk bisa memproduksi paling tidak 1400 unit sepeda perhari atau lebih sudah direncanakan.

Saat ini, terdapat 150 varian Polygon yang dijual mulai harga Rp 2 juta hingga Rp 80 juta per unit. Setiap tahun, terjadi inovasi pada produk sepada Polygon sehingga bisa mengikuti gaya hidup masyarakat. Dispoly Indonesia selaku pemilik merek Polygon, per tahunnya mampu memproduksi 300.000 unit sepeda Polygon berbagai tipe dan varian. Selain Polygon, Dispoly Indonesia juga memproduksi sekitar 20 merek sepeda asing.






http://dreamindonesia.wordpress.com/2010/03/24/produk-asli-indonesia-ini-pasti-anda-sangka-made-in-luar-negeri/

http://finance.detik.com/read/2013/05/20/173226/2251015/1036/dibuat-di-sidoarjo-sepeda-polygon-dijual-di-17-negara

Penyadapan Pejabat Indonesia oleh Intelejen Australia

Terungkapnya aktivitas penyadapan telepon Presiden SBY dan pejabat Indonesia lainnya oleh badan intelijen Australia DSD (kini berubah menjadi Australian Signal Directorate) memicu reaksi luas di kalangan politikus Australia sendiri. Seorang mantan diplomat Australia bahkan memperkirakan Jakarta akan menarik duta besarnya dari Canberra dan mengusir dubes Australia dari Jakarta.

Persoalan-persoalan yang berkembang
 
Persoalan yang banyak dipertanyakan, kemampuan teknologi kedua belah pihak (RI dan Australia). Bagaimana penyadapan dapat terjadi dan mengapa alat komunikasi yang digunakan oleh berbagai pejabat 
tinggi negara RI ternyata rawan dan tidak mempunyai alat penangkal. 

Kapan sebenarnya penyadapan tersebut terjadi dan informasi apa yang disadap oleh Australia. Ada disebut penyadapan terjadi antara tahun 2007-2009, tetapi ada perkiraan penyadapan dilakukan sepanjang waktu termasuk keinginantahuanAustralia terhadap rencana RI membeli kapal selam dari Rusia dan mungkin Squadron Sukhoi dewasa ini. 

Ada perkiraan Australia juga menyadap informasi-informasi mengenai persoalan dalam negeri RI, misalnya korupsi. Seolah-olah ada unsur LSM Indonesia yang yang mendapatkan bocoran isi penyadaban yang terjadi, karena menyangkut berita tentang korupsi telah diteruskan ke KPK. 

Banyak kalangan menganalisis bahwa pembocoran aksi penyadapan ini tidak dilakukan awalnya oleh pihak Australia, tetapi oleh Edward Snowden, seorang mantan rekanan Dewan Keamanan AS, yang kemudian mencari suaka di Rusia. Oleh karena itu, diperkirakan Edward Snowden adalah mantan agen KGB yang pada masa Perang Dingin berhasil melakukan infiltrasi ke dalam tubuh Dewan Keamanan AS dan kemudian melarikan diri ke Hongkong lalu Moskow.

Juga merupakan tanda tanya mengapa AS tidak pernah mengklarifikasi siapa Edwrad Snowden; salah satu kemungkinan adalah AS (cq Presiden Obama) tidak mau malu, karena Dewan Keamanan AS pernah kebobolan disusupi Edward Snowden, seorang agen KGB tingkat tinggi.

Oleh karena itu, ada perkiraan bahwa pembocoran penyadapan Australia terhadap pesawat telepon beberapa pejabat senior RI antara lain pesawat telepon Presiden SBY dan Ibu Anie Yudhoyono adalah upaya Edward Snowden membawa kepentingan Rusia, untuk mengadu domba Indonesia dengan Blok Barat (AS, Inggris, Kanada, Australia dan New Zealand). Karena seperti diperkirakan, Edward Snowden adalah mantan agen KGB yang berhasil menyusup ke dalam Dewan Keamanan AS.

Dari semua ini, dapat memunculkan permasalahan, yaitu timbulnya desakan masyarakat agar surat Tony Abbott secara penuh diumumkan oleh Presiden SBY kepada masyarakat, seperti yang sudah diminta oleh anggota DPR-RI dari Komisi I , TB Hasanuddin. Arah desakan bukan lagi kepada keinginantahuan latar belakang kekurang ajaran Australia menyadap pesawat telepon berbagai pejabat RI termasuk Presiden SBY dan Ibu Anie Yudhoyono, tetapi informasi apa yang sebenarnya disadap oleh Australia tentang Presiden SBY, Ibu Anie Yudhoyono, dan para petinggi RI tersebut.











Kamis, 26 Desember 2013

Badai Filipina



Badai super Haiyan menghantam wilayah Filipina. Dahsyatnya terjangan dan efek badai Haiyan ini hampir disamakan dengan efek tsunami 2004. Badai Haiyan menghantam wilayah Leyte dengan kecepatan angin sekitar 315 kilometer per jam. Badai itu menyebabkan gelombang hingga tiga meter. Pemerintah Filipina juga mengaku kewalahan untuk mengirimkan logistik bantuan dan dan masih banyak masyarakat yang belum bisa dikontak. Pihak Kepolisian Filipina memperkirakan 10.000 orang tewas akibat terjangan badai Haiyan.
 
Tak hanya merusak sejumlah wilayah di Filipina, hantaman Badai Haiyan juga mengguncang perekonomian negara tersebut. Hebatnya, Filipina tak punya niat berutang untuk mendanai rekonstruksi sejumlah wilayah yang hancur disapu badai. Seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (13/11/2013), Badai Haiyan yang terjadi Sabtu pekan lalu menghantam 41 provinsi dan meratakan lebih dari 150 ribu rumah di Filipina. Tak hanya pemukiman warga, akses jalan dan infrastruktur lainnya juga rusak parah akibat hantaman badai tersebut.
Sejauh ini, sekitar 6,9 juta penduduk telah merasakan dampak bencana yang telah menewaskan ribuan orang tersebut. Akibatnya, Direktur Penelitian dan Pengembangan di Kinetic Analysis Corp., Charles Watson menaksir kerugian yang diderita Filipina mencapai US$ 12 miliar hingga US$ 15 miliar atau sekitar Rp 139 triliun-Rp 174 triliun (kurs: Rp 11.608 per dolar AS) Atas kerugian tersebut, Presiden Filipina Benigno Aquino III mengatakan, pemerintah memiliki dana sekitar 18,7 miliar peso atau setara Rp 5 triliun untuk mendanai biaya rekonstruksi sejumlah wilayah di negaranya.

Sementara itu, Bendahara Filipina Rosalia de Leon mengungkapkan, negaranya tak berniat menjual surat utang (obligasi) untuk mendanai proses pembangunan kembali sejumlah wilayah yang hancur karena badai. Dalam pesan singkatnya, dia dengan mantap menyatakan negara memiliki cukup modal untuk membangun kembali Filipina. Dari prediksi total kerugian tersebut, Filipina hanya bisa menerima biaya asuransi sekitar 10%-15%. Sementara saat badai Sandy menerpa Amerika Serikat (AS), negara adidaya itu menerima dana asuransi sebesar 50% dari total kerugiannya. 


Audit Forensik



Audit forensik adalah proses yang "berdasarkan masalah" bukannya "berdasarkan aturan" . Ditetapkan oleh Bologna dan Lindquist sebagai penggunaan keterampilan akuntansi dan pengetahuan lain yang relevan dengan isu-isu yang belum terselesaikan dalam konteks aturan bukti, tidak seperti audit keuangan biasa, tidak ada yang berlaku umum "bagaimana " aturan yang akan digunakan dalam prosesnya.
Hal ini terutama karena fakta bahwa kasus penipuan bisa sangat berbeda di seluruh dunia. Ini juga menjelaskan fakta bahwa proses audit itu sendiri sering disebut dengan nama yang berbeda, seperti "audit penipuan", "penipuan pemeriksaan", "forensik keuangan", dan sebagainya.
"Permasalahan dasar" dari proses audit forensik itu adalah kekuatan serta tantangannya sendiri. Di satu sisi, tidak seperti audit konvensional, audit forensik ini sangat adaptif dan fleksibel dalam hal metode dan teknik tergantung pada isu-isu yang perlu dipecahkan.
Di sisi lain, tantangan dari proses terletak dalam fakta bahwa ia sulit untuk dapat mengukur kualitas karya yang dilakukan oleh auditor.
Hal ini dapat dibuktikan, misalnya, perdebatan mengenai apakah auditor BPK telah melakukan pekerjaan mereka dengan baik. Perbedaan harapan mengenai hasil audit forensik mungkin menjadi penyebab untuk masalah ini.
Dalam prakteknya, hasil yang mungkin dari audit keuangan biasa cukup banyak diprediksi (misalnya wajar tanpa pengecualian, berkualitas, disclaimer atau opini yang merugikan), hasil dari audit forensik jauh lebih sulit diprediksi. Misalnya, auditor forensik mungkin menemukan kecurangan yang terjadi dalam sebuah organisasi.
Namun, akan ada lebih dari beberapa kesempatan di mana mereka akan menemukan bahwa semua dugaan penipuan adalah salah dan bahwa perilaku buruk tidak terjadi apapun. Tidak adanya standar "Bagaimana" tidak berarti audit forensik dilakukan sepenuhnya tanpa rencana. Untuk hal ini, auditor forensik biasanya akan beralih ke "praktek terbaik" dalam perencanaan audit mereka.
Berdasarkan praktek umum di seluruh dunia, misalnya, seluruh proses dimulai dengan pembentukan suatu predikasi cukup berdasarkan awal "bendera merah" bahwa penipuan mungkin terjadi. Selanjutnya, pengumpulan bukti awal dilakukan dilanjutkan dengan perumusan "hipotesis" yang pada dasarnya serangkaian pertanyaan yang telah ditentukan bertujuan untuk dijawab oleh audit seperti: "Apakah benar-benar penipuan terjadi?", "Jika kecurangan tidak terjadi , lalu siapa pelaku dan bagaimana ia melakukannya ", dan"? Berapa banyak penipuan biaya organisasi? ". Tanpa jelas "hipotesis", seluruh program investigasi akan kehilangan fokus dan sumber daya akan sia-sia tanpa membawa hasil yang diinginkan.
Pada prinsipnya, "hipotesis" kemudian diuji dengan mengumpulkan data lebih lanjut dan informasi melalui cara-cara analisis dokumen tersebut, wawancara investigasi dan observasi langsung.
Sebuah kunci sukses dalam tahap ini adalah menjaga (pelanggar dugaan misalnya) pengaturan subjek sehingga masalah yang melibatkan pelaku yang diduga melarikan diri, menghilang atau memanipulasi bukti akan kurang mungkin terjadi.
Untuk mempertahankan pengaturan alam subjek itu, penting untuk sebuah audit forensik membuat waktu seefisien mungkin, misalnya, mengurangi kesempatan pelaku untuk membuang atau mengubah bukti. Mengenai penggunaan "praktek terbaik" sebagai acuan dalam perencanaan dan pelaksanaan audit forensik yang sukses, perlu dicatat bahwa auditor harus mempertimbangkan relevansinya.
Dalam kasus audit forensik di Indonesia, seperti di negara lain, penting bagi para ahli audit forensik untuk duduk bersama dan merumuskan "praktek terbaik" yang paling tepat untuk digunakan sebagai pedoman dalam negeri. Hal ini penting karena meskipun auditor bahasa Indonesia selalu dapat merujuk kepada "praktek terbaik" di negara lain dalam melakukan audit forensik, "permasalahan dasar" dari proses tersebut juga berarti bahwa pedoman tersebut dirumuskan berdasarkan masalah yang paling umum melibatkan penipuan dalam setiap negara.
Di Australia, misalnya, memperoleh salinan keputusan pengadilan terakhir atau dokumen publik lainnya bisa semudah men-download dari Internet. Dengan kata lain, efektivitas penyelidikan penipuan melalui analisis dokumen sangat tergantung pada kualitas manajemen data dalam negeri.
Sehubungan dengan keterbatasan ini, auditor forensik Indonesia perlu lihai dalam memperoleh informasi yang diperlukan dari sumber lain, seperti wawancara investigasi dan observasi langsung. Terlepas dari kendala yang mungkin dihadapi oleh auditor forensik dalam melakukan pekerjaan mereka, faktanya adalah bahwa keterampilan audit forensik yang memiliki permintaan tinggi di Indonesia. Kasus penipuan telah menghantui negeri ini selama puluhan tahun tetapi perlu segera diatasi dan audit forensik merupakan sarana penting untuk melakukannya.

Praktik Ilmu Audit Forensik

*           Penilaian risiko fraud
Penilaian risiko terjadinya fraud atau kecurangan adalah penggunaan ilmu audit forensic yang paling luas. Dalam praktiknya, hal ini juga digunakan dalam perusahaan-perusahaan swasta untuk menyusun sistem pengendalian intern yang memadai. Dengan dinilainya risiko terjadinya fraud, maka perusahaan untuk selanjutnya bisa menyusun sistem yang bisa menutup celah-celah yang memungkinkan terjadinya fraud tersebut.

*           Deteksi dan investigasi fraud
Dalam hal ini, audit forensik digunakan untuk mendeteksi dan membuktikan adanya fraud dan mendeteksi pelakunya. Dengan demikian, pelaku bisa ditindak secara hukum yang berlaku. Jenis-jenis fraud yang biasanya ditangani adalah korupsi, pencucian uang, penghindaran pajak, illegal logging, dan sebagainya.

*           Deteksi kerugian keuangan
Audit forensik juga bisa digunakan untuk mendeteksi dan menghitung kerugian keuangan negara yang disebabkan tindakan fraud.

*           Kesaksian ahli (Litigation Support)
Seorang auditor forensik bisa menjadi saksi ahli di pengadilan. Auditor Forensik yang berperan sebagai saksi ahli bertugas memaparkan temuan-temuannya terkait kasus yang dihadapi. Tentunya hal ini dilakukan setelah auditor menganalisa kasus  dan data-data pendukung untuk bisa memberikan penjelasan di muka pengadilan.

*           Uji Tuntas (Due diligence)
Uji tuntas atau Due diligence adalah istilah yang digunakan untuk penyelidikan guna penilaian kinerja perusahaan atau seseorang , ataupun kinerja dari suatu kegiatan guna memenuhi standar baku yang ditetapkan. Uji tuntas ini biasanya digunakan untuk menilai kepatuhan terhadap hukum atau peraturan.

Praktik Audit Forensik

Dalam praktik di Indonesia, audit forensik hanya dilakukan oleh auditor BPK, BPKP, dan KPK (yang merupakan lembaga pemerintah) yang memiliki sertifikat CFE (Certified Fraud Examiners). Sebab, hingga saat ini belum ada sertifikat legal untuk audit forensik dalam lingkungan publik. Oleh karena itu, ilmu audit forensik dalam penerapannya di Indonesia hanya digunakan untuk deteksi dan investigasi fraud, deteksi kerugian keuangan, serta untuk menjadi saksi ahli di pengadilan. Sementara itu, penggunaan ilmu audit forensik dalam mendeteksi risiko fraud dan uji tuntas dalam perusahaan swasta, belum dipraktikan di Indonesia.
Penggunaan audit forensik oleh BPK maupun KPK ini ternyata terbukti memberi hasil yang luar biasa positif. Terbukti banyaknya kasus korupsi yang terungkap oleh BPK maupun KPK. Tentunya kita masih ingat kasus BLBI yang diungkap BPK. BPK mampu mengungkap penyimpangan BLBI sebesar Rp84,8 Trilyun atau 59% dari total BLBI sebesar Rp144,5 Trilyun. Temuan tersebut berimbas pada diadilinya beberapa mantan petinggi bank swasta nasional. Selain itu juga ada audit investigatif dan forensik terhadap Bail out Bank Century yang dilakukan BPK meskipun memberikan hasil yang kurang maksimal karena faktor politis yang sedemikian kental dalam kasus tersebut.





Senin, 18 November 2013

Penerapan Jam Malam di DKI Jakarta

Pemerintah daerah DKI Jakarta akan melakukan uji coba jam wajib belajar malam untuk anak usia sekolah di 10 RT mulai Oktober.




Senin, 11 November 2013

Moralitas Pelajar Zaman Sekarang



Indonesia merupakan negara yang sangat luas dengan jumlah penduduk yang sangat banyak. Sebagian besar penduduk di Indonesia adalah anak-anak muda dan pelajar, bibit penerus bangsa. Seiring perkembangan zaman moral pelajar di Indonesia pun semakin berubah. Sayangnya perubahan itu bukan ke arah yang lebih baik melainkan ke arah yang lebih buruk. Banyak pelajar yang melakukan hal-hal yang tidak pantas dilakukan oleh seorang pelajar. Sikap, etika, moral yang baik sudah tidak ditunjukkan lagi oleh para pelajar zaman sekarang. Dahulu pelajar merupakan sesuatu hal yang sangat membanggakan tetapi sekarang hal ini sudah tidak berarti.

Kelakuan dan sopan santun pelajar zaman sekarang pun semakin merosot. Banyak dari pelajar di Indonesia yang tidak menghargai orang yang lebih tua. Mereka tidak takut untuk melawan walaupun mereka ada di posisi yang salah. Tindakan pelajar ini pun sangat parah mengingat tingginya angka kriminalitas yang mereka perbuat. Membunuh, mencuri, tawuran antar pelajar, menyiram air keras adalah berbagai contoh kasus yang sedang marak dilakukan oleh para pelajar. Selain itu tingkat kejahatan asusila yang mereka lakukan pun sangat memprihatinkan. Di antaranya kasus foto bugil yang melibatkan pelajar di tingkat sekolah menengah pertama dan menengah atas, seks bebas di kalangan mereka dan yang sedang marak akhir-akhir ini kasus video porno siswi SMP di Jakarta Pusat. Hal seperti ini sungguh sangat memalukan bagi dunia pendidikan. 

Para pelajar sekarang sepertinya merasa hebat atas semua pelanggaran yang mereka perbuat. Mereka merasa hebat agar dapat menonjol diantara teman-teman sepergaulannya. Oleh karena itu, seseorang harus pintar-pintar dalam memilih dengan siapa mereka bergaul karena tidak semua pelajar juga memiliki moral yang rendah. Masih banyak juga pelajar yang memiliki moral yang baik. Semoga semakin berkembangnya zaman para pelajar pun semakin pintar dalam memilih hal yang baik untuk dirinya sendiri sehingga kehidupan masyarakat akan lebih tenang dan damai.

Timnas U-19 : Harapan Masyarakat Indonesia



Masyarakat sepakbola Indonesia sedang diliputi euforia. Ungkapan rasa bangga tak henti-hentinya mengalir setelah tim nasional Indonesia U-19 menjadi juara di Piala AFF U-19. Keberhasilan ini menjadi sebuah titik cerah di tengah terperosoknya prestasi timnas dalam dua dekade terakhir. Timnas U-19 ini harus diakui memang sangat menjanjikan. Kalangan pengamat maupun masyarakat awam bersepakat bahwa tim ini bisa bermain, baik secara fisik maupun taktik. Pelatih Indra Sjafri, yang dikenal gemar blusukan ke pelosok-pelosok untuk mencari pemain-pemain muda berbakat, layak diberi penghargaan dalam hal ini.

Yang paling kentara adalah, euforia yang seketika terbentuk setelah tim ini menjuarai Piala AFF bulan lalu, mencerminkan betapa masyarakat kita haus pada prestasi. Kemenangan dan menjadi juara sudah lama menjadi mimpi besar bangsa ini di dunia sepakbola, setelah terakhir kali meraihnya 22 tahun silam. 


Harus diakui, kecintaan masyarakat Indonesia pada timnasnya sungguh luar biasa, dan sering kali bikin geleng-geleng kepala. Pada sebagian orang, harapan untuk melihat timnas jadi juara tak pernah padam, betapapun berkali-kali itu pula mereka mesti kecewa. Maka timnas U-19 harapan yang timbul di masyarakat.


Kita semua berharap, kesuksesan di AFF 2013 akan terus menular ke kualifikasi AFC 2014, dan kemudian menular ke iven-iven lain ke depannya. Semoga.



http://sport.detik.com/aboutthegame/read/2013/10/12/124443/2385225/1490/2/timnas-u-19-sebagai-investasi-sepakbola-indonesia
http://www.riaupos.co/2337-opini-eforia-dan-harapan-timnas-u-19.html#.UoF0Bieo1v4