Kamis, 30 Januari 2014

Perhatikan 4 Langkah Ini Saat Membuka Bisnis Waralaba

Jakarta - Saat ini sudah banyak sekali terdapat waralaba di Indonesia dengan berbagai macam jenis usaha yang ditawarkan. Adapun contoh beberapa jenis usaha tersebut adalah waralaba mini market, rumah makan, kafe, pendidikan bahkan salon kecantikan.

Bisnis waralaba merupakan salah satu aset aktif berbentuk bisnis, maka ini termasuk dalam tahap kedua dalam proses perencanaan keuangan seseorang (Financial Freedom). Dengan demikian seseorang telah memasuki tahap mengaktifkan aset yang telah dimiliki menjadi produktif.

Pengusaha Waralaba Amir Karamoy pernah mengungkapkan waralaba adalah suatu sistem pendistribusian barang atau jasa kepada pelanggan akhir, di mana pemilik merek (franchisor) memberikan hak kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek, nama, sistem, prosedur dan cara-cara yang telah ditetapkan sebelumnya dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu.

Untuk itu, pemilik bisnis franchise diwajibkan memiliki standar operasional yang ketat karena mereka tidak ingin terjadi hal-hal yang dapat membuat reputasi mereknya menjadi rusak.

Berdasarkan catatan yang dihimpun detikFinance dari berbagai sumber, Jumat (17/01/2014), ada 4 hal yang harus menjadi fokus pemegang franchise agar dapat menggerakan dan bisa mengembangkan bisnis franchise. Berikut ini 4 hal tersebut:


1. Fee royalti

Fee royalti untuk waralaba asing pastinya akan mahal, mengingat reputasi perusahaan atau merek yang akan diwaralabakan. Anda perlu memperhatikan apakah ada kenaikan royalti untuk tahun-tahun berikutnya. Terkadang pemilik waralaba (principal) akan melakukan evaluasi terhadap biaya royalti tersebut. Hal ini bisa dimungkinkan apabila pemilik waralaba melihat keberhasilan dari franchisee yang melakukan usaha tersebut.

2. Tempat Usaha

Perlu diperhitungkan secara seksama, apakah tempat usaha perlu dimiliki atau hanya menyewa. Karena ini juga berpengaruh pada kelangsungan usaha waralaba yang sedang dijalani apakah akan berhasil atau mengalami kerugian pada tahun berikutnya. Biasanya hal ini banyak terjadi pada usaha restoran atau kafe.



3. Modal usaha


Ada beberapa pemilik waralaba memberikan modal usaha, akan tetapi hal ini tergantung pula pada hasil penilaian principal. Namun memang lebih banyak franchisee menggunakan modal sendiri karena hal ini bisa menjadi penilaiaan dari keseriusan franchisee dalam melakukan usaha waralaba tersebut.

4. Arus kas usaha


Hal terpenting dalam membangun sebuah bisnis adalah pendapatan. Apa gunanya membangun usaha sekalipun itu waralaba, akan tetapi tidak menghasilkan pendapatan. Cashflow Management yang baik perlu diterapkan apapun usaha Anda. Bukan besaran omzet yang paling penting namun apakah usaha Anda memberikan keuntungan atau tidak.


http://finance.detik.com/read/2014/01/22/141016/2474872/480/5/perhatikan-4-langkah-ini-saat-membuka-bisnis-waralaba#bigpic



Tidak ada komentar:

Posting Komentar