Kamis, 26 Desember 2013

Badai Filipina



Badai super Haiyan menghantam wilayah Filipina. Dahsyatnya terjangan dan efek badai Haiyan ini hampir disamakan dengan efek tsunami 2004. Badai Haiyan menghantam wilayah Leyte dengan kecepatan angin sekitar 315 kilometer per jam. Badai itu menyebabkan gelombang hingga tiga meter. Pemerintah Filipina juga mengaku kewalahan untuk mengirimkan logistik bantuan dan dan masih banyak masyarakat yang belum bisa dikontak. Pihak Kepolisian Filipina memperkirakan 10.000 orang tewas akibat terjangan badai Haiyan.
 
Tak hanya merusak sejumlah wilayah di Filipina, hantaman Badai Haiyan juga mengguncang perekonomian negara tersebut. Hebatnya, Filipina tak punya niat berutang untuk mendanai rekonstruksi sejumlah wilayah yang hancur disapu badai. Seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (13/11/2013), Badai Haiyan yang terjadi Sabtu pekan lalu menghantam 41 provinsi dan meratakan lebih dari 150 ribu rumah di Filipina. Tak hanya pemukiman warga, akses jalan dan infrastruktur lainnya juga rusak parah akibat hantaman badai tersebut.
Sejauh ini, sekitar 6,9 juta penduduk telah merasakan dampak bencana yang telah menewaskan ribuan orang tersebut. Akibatnya, Direktur Penelitian dan Pengembangan di Kinetic Analysis Corp., Charles Watson menaksir kerugian yang diderita Filipina mencapai US$ 12 miliar hingga US$ 15 miliar atau sekitar Rp 139 triliun-Rp 174 triliun (kurs: Rp 11.608 per dolar AS) Atas kerugian tersebut, Presiden Filipina Benigno Aquino III mengatakan, pemerintah memiliki dana sekitar 18,7 miliar peso atau setara Rp 5 triliun untuk mendanai biaya rekonstruksi sejumlah wilayah di negaranya.

Sementara itu, Bendahara Filipina Rosalia de Leon mengungkapkan, negaranya tak berniat menjual surat utang (obligasi) untuk mendanai proses pembangunan kembali sejumlah wilayah yang hancur karena badai. Dalam pesan singkatnya, dia dengan mantap menyatakan negara memiliki cukup modal untuk membangun kembali Filipina. Dari prediksi total kerugian tersebut, Filipina hanya bisa menerima biaya asuransi sekitar 10%-15%. Sementara saat badai Sandy menerpa Amerika Serikat (AS), negara adidaya itu menerima dana asuransi sebesar 50% dari total kerugiannya. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar